Langsung ke konten utama

#Ikhtiar to Getting Scholarship (Seleksi Tahap 1 LPDP DN 2018/Seleksi Administrasi)

Bismillahirrahmanirrahiim,
Tahun 2017 ketika pembukaan LPDP, saya belum siap sama sekali meskipun waktu yang  ada lumayan masih cukup banyak. Begitulah Allah Maha Maha Baik, tahun 2017 Allah belum berikan saya kesempatan untuk mendapatkan beasiswa S2, entah apa yang menjadi alasan Allah karena hanya Allah Yang Maha Sempurna Ilmunya, tetapi sebagai manusia yang fakir ilmu dan fakir logika saya hanya mencoba meraba hikmah agung dibalik rencana Allah yang belum memberikan saya kesempatan untuk mendapatkan beasiswa di tahun 2017. Salah satu hasil pemikiran ku atas hikmah Allah ini antara lain, “oh mungkin Allah belum kasih saya kesempatan di tahun 2017 karena saat itu saya belum siap sama sekali, belum punya modal yang pantas untuk mendaftar beasiswa. Tahun 2017 saya lulus S1 tanggal 06 Februari 2017 dan tidak lama kemudian dibuka pendaftaran LPDP DN 2017. Sungguh ketika melihat persyaratannya, kalo saat itu saya daftar rasanya saya ngga sanggup memenuhi syaratanya dalam waktu sesingkat itu. Qaddarullah sebelum lulus saya memang belum mempersiapkan apa-apa untuk mendaftar beasiswa S2. Pada saat itu (beberapa bulan setelah lulus S1) saya baru punya modal Ijazah dan Transkrip Akademik aja, saat itu saya belum punya pengalaman-pengalaman penunjang dan pengalaman organisasi selain yang saya ikuti selaam perkuliahan S1 itupun saya hanya aktif organisasi hanya dari tahun 2013-2016 aja terakhir itu kepanitiaan TEMU ADMI 2016.”
Alhamdulillah di tahun 2018 Allah berikan saya kesempatan ini, kesempatan yang sangat saya tunggu-tunggu. Pembukaan pendaftaran LPDP DN Tahun 2018 dibuka mulai 8 Mei-8Juni 2018. Alhamdulillah saya berusaha mempelajari dan mempersiapkan kemungkinan persyaratan yang dipersyaratakan dalam LPDP DN 2018 sejak Juni 2017 dari pengalaman-pengalaman awardee tahun lalu dan persyaratan yang disyaratkan oleh LPDP Tahun 2017, mempelajari syarat-syaraat berkas, essay, juga setiap tahapan seleksi. Tak lupa, kampus tujuan juga harus dipelajari karena ini merupakan modal dasar untuk membuat essay rencana studi yang merupakan salah satu syarat LPDP. Alhamdulillah di Bulan November 2017 Allah berikan saya kesempatan untuk datang ke kampus tujuan dan bertanya langsung ke bagian akademik program studi yang akan saya lamar. Alhamdulillah allahumma shalli ‘alaa muhammad sungguh ungkapan syukur tiada henti kepada Allah atas kesempatan berharga ini. Essay yang merupakan syarat LPDP, saya coba persiapkan dari Bulan Juni 2017 setelah join sebuah grup persiapan LPDP yang diusung oleh salah satu awardee LPDP asal Pamekasan (Mas Imam). Waktu awal-awal nulis essay, rasanya lumayan bingung dan pusing. Ada 3 essay yang harus dibuat berdasarkan persyaratan LPDP 2017, essay sukses terbesar, essay kontribusiku untuk indonesia, dan essay rencana studi. Sambil baca-baca referensi dan pemaparan Mas Imam tentang essay, sambil saya menuliskan apa yang saat itu ada di otak ku, belum berpola layaknya sebuah essay, tapi saya pikir sambil nunggu otak saya ngeh mempolakan tulisan menjadi sebuah essay ya gapapa nulis aja dlu masalah yang mau dibahas di essay nya, trus nyeritain proses kontribusi yang dilakukan, dan sambil nginget-nginget rentetan masa lalu yang penuh hikmah #Eaaak untuk nulis essay sukses terbesar. Entah berapa berapa kali saya merombak essay ku, dikit-dikit edit, kepikiran A edit lg, baca lagi review lagi baca lagi ya gitulah, karena ternyata cara ter-enaq yang pernah saya temukan ya itu, kalo mau tau gimana tulisan kita hmm sering-sering dibaca deh bolak balik nah ntar ketemu deh sama diksi/kalimat yang “wah kayanya diksi ini kurang tepat” terus mikir lagi apa yang enak dibaca. Ada juga tuh kalimat yang dirasa enak pas awal-awal nulis dan awal-awal baca tapi baru ketahuan ga enak dibaca pas direview ke sekian ratus kalinya wkwkwkwwkwk. Dan FYI, saya bbrp kali minta profeading essay ku ke Mas Imam, tapi nampaknya dia sebagai awardee LPDP sibuka banget nget nget, alhamdulillah essay sukses terbesar yang dulu saya tulis, pernah di profeading 1 kali di komentar dan dikasih saran perbaikan. Warbiyazah dari sekian kali saya like anak bocil merengek ke kakanya, begitulah saya beberapa kali chat Mas Imam minta dibimbing dan di profeading essay, and then.... Mas Imam ternyata sibuk bingit jadi yaudah gapapa sekali itu alhamdulillah udah mulai ngebuka pemikiran saya untuk mulai ngeh mempolakan tulisan jadi essay hehehehe meskipun essay ku masih jauh dari kata sempurna tapi minimal saya ngg buta banget ngebayangin pola essay LPDP yang dimaksud dalam persyaratan LPDP heheheeh ngga kaya pas awal-awal yang bener-bener masih blank hehehehehhe.
Selain itu, syarat LPDP DN yang dipersiapkan yaitu berkas-berkas kaya surat keterangan berbadan sehat (SKBS), surat keterangan bebas narkoba (SKBN), ijazah, transkrip akademik, KTP, nah karena saya daftar LPDP DN Afirmasi alumni bidikmisi jadi ada syarat lain yaitu surat keterangan tidak mampu dr kelurahan (SKTM), surat keterangan penghasilan orang tua, struk listrik 3 bulan terakhir, dll. Nah jadi ternyata setiap jenis beasiswa Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dari LPDP ini beda-beda syaratnya, untuk BPI Reguler dan BPI Afirmasi beda syaratnya, nah BPI Afirmasi juga ternyata banyak jenisnya, diantaranya ada BPI Afirmasi Alumni Bidikmisi, BPI Afirmasi untuk PNS, TNI/POLRI, BPI Afirmasi Masyarakat Berprestasi (misalnya utk atlet, budayawan, pegiat kegiatan-kegiatan sosial, masyarakat yang pernah juara renang tingkat nasional dan lain-lain). Nah untuk syarat LPDP Afirmasi Alumni Bidikmisi DN 2018 file yang saya upload: Transkrip Akademik Asli, Ijazah Asli, Surat Rekomendasi sesuai format LPDP (kalo saya dari dosen pembimbing skripsi 1 dan 1 lagi dari dosen yang pernah riset bareng hehhe), Surat Pernyataan sesuai format LPDP (Bermaterai), KTP Asli, SKTM dari kelurahan, Slip Gaji Orang Tua (karena saya belum kerja jadi saya belum punya slip gaji), Tagihan rkening listrik 3 bulan terakhir, SK Penerima Bidikmisi dari Universitas, Sertifikat lainnya (saya scan sertfikat2 organisasi, kepanitiaan, kegiatan lain trus di pdf-in dan digabungin jadi single file ukuran maksimal 1 MB), LoA (sunnah, ga wajib, karena saya belum daftar ke kampus tujuan jad saya belum punya LoA dan ini tidak apa-apa), Sertifikat Hasil Tes TOEFL ITP (karena score TEFL ITP ku dibawah 500 jadi saya ngga punya sertifikatnya, but its oke, pake aja score report yang asli), Rencana studi, SKBN dan SKBS, KK. Nah untuk syarat lainnya itu statement of purpose (kontribusi yang pernah, sedang dan akan dilakukan) nah itu ga diupload by file pdf tapi di copas dari word ke laman langsung.
Alhamdulillah dari Bulan Juni 2017 persiapan dari 0 banget dan hingga awal Juni 2018 semua syarat BPI Afirmasi bisa terpenuhi. Nah saya mau share informasi nih siapa tahu teman-teman perlu hehehhe, jadi untuk bikin SKBS, SKBN itu baiknya klo pengumuman resmi pendaftaran LPDP nya udh rilis aja karena SKBS dan SKBN ini mas berlakunya hanya sekitaran 3 bulanan gitu. Pengalaman ku kemarin bikin SKBN dan SKBS itu H-beberapa hari penutupan pendafataran hehhehe rasanya dag dig dug sih karena takutnya mepet gitu, kenapa saya bikin SKBS dan SKBN nya mepet, tadinya mikir-mikir bikin lagi apa jangan yah krna bbrp minggu lalu baru bkin SKBN dan SKBS di RS Kota Yogyakarta tapi surat yang aslinya udah saya serahkan sebagai syarata daftar beasiswa ke panitia PMB salah satu Kampus miliki kementrian yang menyediakan beasiswa magister dan doktor. Dan sayang nya syarat surat-surat asli itu kayanya gabisa diambil lagi,dengan kondisi uang yang harus pabetor-betor dengan keperluan lain dan harus nyimpen uang juga hmm saya mikir-mikir dulu apa pake aja legalisisrannya buat daftar LPDP, hmm akhirnya Allah berikan saya keyakinan untuk bikin lagi aja SKBS dan SKBN ke RS di Bandung. Saya survey dulu harga sebelum tes kesehatan, karena di RS Kota Yogyakarta untuk pemeriksaan 4 jenis tes (check up umum, SKBN, periksa bebas tato dan tindik) itu total sekitar 250.000-an. Di RSUD Kota Bandung pas saya cek disana ternyata SKBN aja harganya 317.000 atau 370.000-an gitu, mahal yah. Hmm saya coba cek lg di gugel di RS Bhayangkara Sartika Asih based on informasi di gugel katanya sih bisa tapi cuman bisa cek lab doang dan SKBN nya harus ngingkig lagi ke Polres Kab.Bandung cuyy ulala Soreang jauh pisan. Dari pada harus double gawe ke Soreang jauh, yaudah laahawla weh ke RSUD Majalaya. Hari Jum’at pas lagi hari libur itu saya pergi kesana alone, ya kirain gga libur RS nya ternyata libur dan katanya kalau mau periksa besok aja Sabtu. Oke besoknya saya kesana lg pagi banget biar dapat antrean awal. Alhamdulillah udh tuh cek urine jam 8 lebih dan tinggal nunggu hasilnya sekitar 2 jam. Untuk cek badannya jam 10an karena dokternya baru bisa jam segitu. *Maaf agak melenceng pembahasannya hehehehe
Alhamdulillah sejak pembukaan pendaftaran LPDP 7/8 Mei 2018saya udh coba lengkapi biodata dan nyicil upload berkas-berkas yang udh bisa di upload. Sertifikat-sertifikat alhamdulillah udh saya scan by scaner punya Sisi di Pondok Rima tercinta hehe makasih Sisi scan gretong nya. Tapi ada juga Sertifikat dan dokumen lain yang cuman saya foto dari hp trus saya convert dan gabungin jadi single file pdf. Ohiya, FYI semua syarat yang di upload di laman pendafataran LPDP 2018 itu harus file PDF dan setiap file PDF yang diuplad maksimal 1 MB aja cuyy, kalo lbih dari 1 MB ntar sistemnya reject sendiri dan sistem gamau memproses file tersebut. Alhamdulillah after selesai bikin SKBN dan SKBS saya kembali mereview essay, bahkan sampae H-beberapa hari banget ke penutupan pendaftaran saya masih rombak essay ya enjoy-in aja hehehhe. Alhamdulillah tgl 4/5 Juni kalo ngga salah saya lengkapin semua persyaratan pendaftaran dan diupload ke akun pendaftaran LPDP. Di H-penutupan pendaftaran alhamdulillah web LPDP nya cepet loading nya, hanya saja pas saya upload essay ternyata harus ada perombakan lagi, jadi pas saya cek ternyata essay rencana studi ku lebih dari 700 kata pad di copast ke laman itu padahal pas di cek di ms.word pas ko 700 kata. Saya rombak lg essaynya ada sekitar 100 kata yang saya cut cut. Alhamdulillah setelah itu bisa deh keupload essay nya, nah kalau essay kontribusi alhamdulillah ga ada kendala langsung bisa ke upload. Alhamdulillah dari setelah shalat shubuh sampe hampir masuk waktu ashar seluruh proses pendaftaran LPDP DN 2018 sudah final dan bisa unduh formulir pendaftaran. Selanjutnya adalah menunggu tanggal 29 Juni (pengumuman hasil seleksi administrasi).
Alhamdulillah 3 minggu-an telah berlalu dan tiba saatnya tanggal 29, pengumuman resminya ada di akun pendaftaran masing-masing sekitar jam 21.00 WIB, saat itu saya belum bisa ngcek status kelulusan karena web LPDP nya ngga mau ngebuka entah mungkin karena banyak yang ngakses hhehehehe. Tadinya pengen maksain keukeuh mau dicoba aja sampe jam 23.00an siapa tau mau ngebuka web nya, ternyata qaddarullah belum bisa dibuka. Jujur saya deg-deg-an banget, tapi pasrah aja sama Allah, Allah udah tuliskan skenario yang indah buatku saya yakin. Besok dinihari nya saya coba buka lagi dan alhamdulillah allahumma shalli ‘alaa muhammad, segala puji bagi Allah, status ku tgl 29 Juni 2018 “lulus seleksi administrasi”. Yaa Allah terima kasih, Allah Maha Baik dan mudahkan langkah hamba selanjutnya, berikan kelapangan lahir dan batin sama saya dalam menjalani semua qada dan qadar terbaik dari Mu yaa Allah, aamiin. Selanjutnya adalah mengunduh undangan seleksi tahap 2 (seleksi Berbasis Komputer-TPA, Soft skills dan EOTS Writing). Bismillah Yaa Allah mudahkan, ridhai dan mudahkan lahir batin semua urusanku, aamiin. Selanjutnya in syaa Allah akan saya share pengalaman nya dari setiap tahapan seleksi dari seleksi tahap 2 hingga selesai dan cerita hingga final mempertanggungjawabkan beasiswa LPDP ini dikampus tujuan. Allah Maha Baik, Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#Bandung Bercerita (Kisah Kemuliaan dan Kelembutan Hati Rasulullah SAW Menyayangi Kucing)

Perjalanan Menuju Lulus SNMPTN 2013

Sejak SMP saya memang sudah punya niat untuk kuliah, jurusan apapun dan dikampus manapun ngga masalah. Bahkan sejak SD kelas 6 saya pengen banget bisa kuliah di IPDN. Saat itu ada sebuah ujian yang cukup berat, tapi saya yakin bahwa kasih sayang Allah jauh lebih Besar dari ujian yang Allah berikan saat itu. Meskipun kita punya masalah besar, kita harus bilang gini ke si masalah besar “Hei masalah besar, saya punya Allah Yang Jauh Maha Besar.” Dengan ujian berat yang dialami keluargaku saat itu dan di satu sisi semangat saya begitu menggebu ingin kuliah, saya berusaha memutar otak bagaimana caranya mendapatkan beasiswa dikampus manapun dan jurusan apapun agar saya bisa kuliah.  Sejak kelas X, Allah mudahkan saya untuk membuat jejak-jejak kecil nan manis, diantaranya Allah mudahkan saya untuk mengerjakan semua tugas, ujian dan praktikum dengan sebaik-baiknya yang bisa saya lakukan. Saya masih ingat, matematika bukan hal yang saya sukai tapi tidak saya benci juga. Selama SMA, set...