Sejak SMP saya memang sudah punya niat untuk kuliah, jurusan apapun dan
dikampus manapun ngga masalah. Bahkan sejak SD kelas 6 saya pengen banget bisa
kuliah di IPDN. Saat itu ada sebuah ujian yang cukup berat, tapi saya yakin bahwa kasih
sayang Allah jauh lebih Besar dari ujian yang Allah berikan saat itu. Meskipun kita punya masalah besar, kita harus
bilang gini ke si masalah besar “Hei masalah besar, saya punya Allah Yang Jauh
Maha Besar.” Dengan ujian berat yang dialami keluargaku saat itu dan di satu sisi semangat saya begitu
menggebu ingin kuliah, saya berusaha memutar otak bagaimana caranya mendapatkan beasiswa
dikampus manapun dan jurusan apapun agar saya bisa kuliah.
Sejak
kelas X, Allah mudahkan saya untuk membuat jejak-jejak kecil nan manis,
diantaranya Allah mudahkan saya untuk mengerjakan semua tugas, ujian dan praktikum dengan
sebaik-baiknya yang bisa saya lakukan. Saya masih ingat, matematika bukan hal yang saya sukai
tapi tidak saya benci juga. Selama SMA, setelah Bu Erni pindah tugas ke
Palembang, guru matematika diganti oleh Pak Undang. Saya memang pada dasarnya
kurang srek sama matematika jadi kadang lambat ngerti, dan lagi dengan Pak
Undang yang masih baru buat saya, ada proses penyesuaian dari metode mengajar
Bu Erni dan lagi-lagi saya harus menyesuaikan metode belajar beliau. Tapi saya
ngga mau nyerah, mulai kelas XI saya belajar matematika sama Pak Undang, saya tetep berusaha keras mengikuti dan memahami nya dengan baik.
Saya ngga nyerah gitu aja, saya cerita ke Pak Undang bahwa saya perlu bimbingan matematika diluar jam pelajaran, di jam istirahat saya gapapa deh asalkan beliau berkenan. Alhamdulillah beliau dengan sabar mengajari saya, alhamdulillah saya ngerti dikit-dikit dan akhirnya sampai final kelas 12 saya masih tetap belajar diluar jam pelajaran sama beliau. Dahsyatnya beliau tetap setia mengajari siswa nya yang ini dengan penuh kesabaran. Ahamdulillah kelas X semester 1 saya rangking 1, semester 2 saya rangking 2, kelas XI di 2 semester rangking 1 hingga kelas XII, dan di semester akhir kelas 12 saya mendapatkan predikat siswa berprestasi nilai ujian sekolah terbaik. Alhamdulillah semua itu berkat do’a-do’a orang tua, nenek keluarga serta pada guru saya. Tanpa mereka dan tanpa do’a mereka apalah arti pencapaian saya.
Saya ngga nyerah gitu aja, saya cerita ke Pak Undang bahwa saya perlu bimbingan matematika diluar jam pelajaran, di jam istirahat saya gapapa deh asalkan beliau berkenan. Alhamdulillah beliau dengan sabar mengajari saya, alhamdulillah saya ngerti dikit-dikit dan akhirnya sampai final kelas 12 saya masih tetap belajar diluar jam pelajaran sama beliau. Dahsyatnya beliau tetap setia mengajari siswa nya yang ini dengan penuh kesabaran. Ahamdulillah kelas X semester 1 saya rangking 1, semester 2 saya rangking 2, kelas XI di 2 semester rangking 1 hingga kelas XII, dan di semester akhir kelas 12 saya mendapatkan predikat siswa berprestasi nilai ujian sekolah terbaik. Alhamdulillah semua itu berkat do’a-do’a orang tua, nenek keluarga serta pada guru saya. Tanpa mereka dan tanpa do’a mereka apalah arti pencapaian saya.
Alhamdulillah
sejak kelas XI saya mulai intens diskusi dengan guru-guru, baik guru BK dan
guru bidang studi lain. Masih saya ingat, setiap jam istirahat selepas saya
makan kalo ada guru BK/guru lain di kantin yang lagi free saya pasti tanya
“maaf Pak/Bu sedang sibuk atau tidak? Boleh kah saya bertanya dan diskusi soal
kuliah?” Alhamdulillah semua guru di SMAN 14 Ciamis (SMAN 1 Cisaga) sangat baik
dan sangat mendukung siswanya untuk maju. Pak Undang guru bidang studi
Matematika di kelas saya, salah satu inspirasi saya, beliau cerita soal bagaimaan
perjuangan beliau dulu kuliah hingga menjadi guru seperti sekarang ini. Pak Subowo guru BK yang juga sama
menceritakan bagaimana perjuangan nya dulu untuk sekolah, ketika beliau harus
berjuang menjadi kuli membuat bata/menjual bata untuk mendapatkan biaya
sekolah. Dan dengan kesabaran, mereka bisa menjadi orang yang bermanfaat
seperti sekarang ini. Pak Subowo dan Pak Undang terus memberikan informasi
seputar kuliah, kampus kedinasan yang full beasiswa dan juga semangat lainnya
agar saya tetap semangat. Pak Subowo juga cerita soal kampus STP, almamaternya
dulu ketika S1 beliau mendapatkan beasiswa dari STP. Pak Undang, Bu Imas, juga
sering memberikan semangat ke saya bahwa banyak ko beasiswa yang bisa kamu
apply, jangan putus asa tetaplah semangat. Dan salah satu penyemangat saya adalah
Bu Lilis, yang dalam setiap pelajaran sosiologi nya selalu memberikan nasehat
yang selalu menyentuh hati saya. Diantara banyak nasehat dari mata pelajaran
sosiologinya yang paling saya ingat adalah, pendidikan itu social elevator,
menunda masa tua dan memperpanjang usia muda dan perjuangan pengalaman Bu Lilis
semasa kuliah dulu. Tiap kali Bu Lilis menjelaskan materi sosiologi atau
menceritakan perjuangan pengalaman kuliahnya dulu, saya selalu mikir dan
rasanya nasehat beliau masuk ke sanubari saya. Itu semua yang nambah semangat
saya buat kuliah. Sambil saya terus memohon sama Allah lewat shalat wajib, hajat,
shalat tahajud, shalat dhuha, dzikir dan lainnya.
Hari
itu, rasa nya masih saya ingat, saat
harapan kuliah hampir terwujud, bahkan saya sudah diterima di prodi Ilmu Hukum
Universitas Galuh Ciamis tinggal bayar uang kuliah aja, tetapi qaddarullah Allah belok kan saya ke jalan yang memang sudah direncanakan-Nya. Kemudian suatu
hari saya minta izin ke Mama untuk daftar IPDN, karena kuliah dimanapun dan
jurusan apapun ngga masalah buat saya yang penting saya bisa kuliah dibiayai
dengan beasiswa. Mama menolak dan intinya tidak mengizinkan, masih saya ingat
kata Mama “Kamu kuliah di Universitas yang umum aja jangan IPDN, Mama takut
denger berita kasus ada praja yang meninggal di IPDN.” Saat itu, saya berencana
untuk daftar IPDN dan STP juga selain mendaftar SNMPTN, ya kalo ada kesempatan
baik mah di coba aja semuanya karena manusia sangat wajib berikhtiar.
Tidak
lama setelahnya, Allah tunjukkan rencana indah nya. Tanggal 27 Mei 2013, Allah
berikan saya kelulusan pada SNMPTN 2013 di Program Studi pilihan pertama Kampus
pilihan pertama (Program Studi Administrasi Publik Universitas Padjadjaran). Sayang
nya saat itu saya ngga bisa daftar Bidikmisi karena laman pas mau log in nya
eror terus. Bismillah, jika Allah sudah tetapkan ini rezeki saya in syaa Allah
akan Allah mudahkan meski tanpa terdaftar sebagai peserta bidikmisi diawal
pendaftaran SNMPTN. Belum sampai disana kebingungan saya, begitulah Allah
Mengetahui bahwa saya bisa menghadapi semua ujian ini. Tanggal 11 Juni 2013
seluruh siswa dan orang tua yang lulus SNMPN 2013 diundang oleh Kampus Unpad
untuk silaturrahmi (open house) d fakultas masing-masing. Pagi itu, saya berangkat
sama Pak Subowo Guru BK saya sama Dede, Gisha, Anti, Erna, Andi dan orang tua
masing-masing dari Ciamis jam 02.00. Kemudian kita berangkat ke Jatinangor. Alhamdulillah,
jam 06.30 kami sudah sampai di Rektorat Unpad. Hari itu, teman-teman yang lulus
SNMPTN jalur Bidikmisi open house sekaligus registrasi. Saat itu, status saya belum terdafatar sebagai peserta bidikmisi. Alhamdulillah, Gisha, Dede, Anti,
Erna, Andi hari itu sudah dinyatakan resmi sebagai mahasiswa baru Unpad, dan
saya masih deg-deg an karena saya masih harus menunggu jumlah tagihan UKT saya.
Dalam
acara open house di FISIP ini, mama saya bertanya kepada pihak kampus mengenai
kondisi ekonomi kami jika kami tidak bisa membayar jumlah UKT yang ditagihkan.
Kemudian pihak kampus menjamin bahwa tidak boleh ada siswa yang lulus SNMPTN
kemudian mengundurkan diri karena tidak punya biaya, pihak kampus akan membantu
dengan berbagai alternatif yang bisa dilakukan. Angin segar lagi-lagi
menghampiri dan ini adalah salah satu jawaban Allah. Di meja registrasi dekanat
FISIP, tampak anak-anak Protokoler FISIP dengan busana khas nya, da ternyata
itu Teh Intan (Wakil Direktur Jenderal Protokol Fisip Unpad 2014).
Alhamdulillah, sejak pertama kali melihat Teh Intan Mulyasari dengan busana
protokoler dan kerapian serta kesopanan nya, itulah yang membuat saya kepo sama
PFU hingga akhirnya qaddarullah saya pun menjadi bagian dari Protokol FISIP
Unpad 2013-2015.
Setelah di instruksikan pihak kampus untuk menunggu tagihan UKT, saya
terus memantau udah ada apa belum tagihan nya. Beberapa hari kemudian saya mengecek akun student unpad dan mendapatkan
jumlah tagihan UKT nya sebesar Rp.500.000,-. Alhamdulillah Allah berikan saya
rezeki dan tanggal 13 Juni 2013 saya bisa bayar UKT Rp.500.00,-. Selanjutnya
adalah registrasi yang isi kegiatannya itu verifikasi berkas persyaratan di
Kampus tanggal 18-19 Juni 2013 di Bale Santika Unpad Jatinangor.
Hari
itu, 18 Juni 2013 saya datang pagi ke Bale Santika Unpad untuk melakukan registrasi,
alhamdulillah dapat antrian yang tidak begitu gede. Dan karena dalam sistem
registrasi nya ada banyak bilik jadi proses registrasi calon mahasiswa baru
SNMPTN non Bidikmisi berjalan lebih cepat. Saya menyerahkan semua berkas yang
dipersyaratkan kampus dan setelah verifikator memvalidasi semua berkas saya,
kemudian saya diminta mengenakan jas almamater yang telah disediakan dan
berfoto close up, kemudian setelah semua data valid terbitlah kartu tanda
mahasiswa. Kemudian saya mendapatkan goodie bag berlogo unpad dan warna khas
unpad yang didalamnya ada jas almamater, buku panduan akademik fakultas dan id
dan password untuk log ini SIAT (sistem informasi akademik terpadu alias PAUS
ID/Padjadjaran Authentic User Setudent ID). Alhamdulillah saya resmi dinyatakan
sebagai civitas akademika Unpad, senang nya. Siapa sangka, bahkan saya sendiri
pun tidak pernah menyangka saya akan Allah tempatkan kuliah di salah satu PTN
terfavorit ini.
Pada
saat mendaftar SNMPTN, apakah saya punya infomasi yang banyak tentang kampus
ini? Punya, tapi sedikit, salah satu nya dari Kang Habib atau siapa saya lupa,
yang pada saat saya kelas 12 SMA, beliau datang sosialisasi Unpad sama
teman-teman Paguyuban Keluagra Mahasiswa Ciamis Galuh Taruna Bandung Komisariat
Unpad. Sayang nya, entah telinga saya yang lagi ngga konsen tentang paguyuban KMC
atau apa, saya sama sekali ngga tau soal KMC dan hanya terfokus sama
sosialisasi tentang Unpad nya aja, hanya itu. Pada saat memilih kampus tujuan,
yang saya selalu ingat adalah PTN pilihan pertama harus PTN yang ada di
Provinsi SMA kita, karena SMA saya di Jawa Barat jadi pilihan pertama saya
harus pilih PTN yang ada di Jabar (UI,
IPB, UPI, UNPAD,ITB,UIN Sunan Gunung Djati). Qaddarullah saat itu saya pilih
Unpad di pilihan pertama dan Un**** di pilihan ke dua. Pemilihan ini bukan karena
saya menomorduakan kampus lain tetapi karena memang aturan nya seperti itu, PTN
pilihan pertama harus PTN yang ada di provinsi SMA berada adan piliahn kedua baru
boleh bebas kampus mana aja. Karena saya basic SMA nya IPS dan saya suka IPS,
sehingga pada saat memilih prodi SNMPTN pun saya pilih yang soshum semua, ini
formasi yang saya pilih di SNMPTN 2013:
Kampus pilihan 1 Unpad (Jawa Barat):
1. Prodi Ilmu Administrasi Negara
(FISIP)
2. Manajemen (FEB)
Kampus pilihan 2 U***** (Luar Jabar)
1. Sosiologi
2. Manajemen
Alhamdulillah semua proses ini bisa
saya hadapi dengan baik, dan ternyata Allah jauh lebih sayang sama saya. Allah
dengan mudah nya buka kan jalan yang indah buat saya dan saya bisa kuliah.
Satu
bulan setelah saya menjalani perkuliahan, tiba-tiba datang pegawai rektorat
Unpad ke rumah untuk menanyakan apakah saya mau daftar bidikmisi karena kuota
bidikmisi di Unpad saat itu masih banyak yang belum terisi. Kebetulan hari itu
saya lagi dirumah pertama kali mudik setelah hampir 2 bulan kuliah di
Jatinangor. Tanpa pikir panjang saya langsung meng-iya kan dan bertolak ke
Jatinangor untuk mengurus prosedurnya. Alhamdulillah kurang dari satu minggu
saya urus prosedur nya di rektorat, prosesnya selesai dan tinggal menunggu
hasilnya. Alhamdulillah satu bulan setelah itu, Allah berikan kabar gembira
buat saya, saya lulus bidikmisi dan di instruksikan untuk langsung membuka
rekening nya di Bale Santika bersama teman-teman Bidikmisi lain yang sudah
diawal terdaftar sebagai peserta Bidikmisi. Begitulah salah satu rencana indah
Allah untuk saya, tidak pernah saya menyangka akan dapat beasiswa ini. Sejak
saat itu, November 2013 saya resmi di tetapkan dengan SK Rektor sebagi penerima
beasiswa Bidikmisi. Artinya mulai semester 2-8 tagihan UKT saya akan dibayarkan
oleh beasiswa Bidikmisi juga setiap bulan saya mendapatkan uang saku Rp.600,000
per bulan, uang buku Rp.400,00 per semester. Alhamdulillah Wasyukurillah.
Bagi
teman-teman yang sedang berjuang dan menghadapi kebingungan menuju jenjang
perguruan tinggi, jangan khawatir. Berusaha dan bero’a sebaik dan semaksimal
mungkin yang kamu bisa, karena kuasa Allah itu melebihi dunia dan isinya. Pada hakikatnya,
rezeki kita sudah Allah tetapkan, kita hanya bertugas untuk menjemputnya
melalui ikhtiar sebelum kita tahu bahwa itu adalah rezeki kita, soal penentuan
itu rezeki kita atau bukan itu mutlak kewenangan Allah. Just let all to Allah
SWT, makesure your heart!
Nina Marlina, S.A.P
Bandung, 22 Juli 2018.
Komentar
Posting Komentar