Alhamdulillah, semua puja dan puji
syukur ku panjatkan kehadirat Allah SWT yang selalu melimpahkan nikmat agung.
Di cerita kali ini, saya mau berbagi pengalaman mengenai seleksi LPDP DN tahap
2 (SBK).
Dari pengumuman hasil seleksi
administrasi LPDP DN 2018 yang diumukan tanggal 29 Juli 2018, alhamdulillah
saya lulus. Kemudian saya mengikuti Seleksi Berbasis Komputer (SBK). Lokasi SBK
nya tergantung lokasi yang kita pilih sewaktu mendaftar LPDP. Karena saya pilih
lokasi SBK nya di Bandung jadi saya SBK
nya di Bandung. Tahun ini LPDP mengadakan SBK bekerjasama dengan Badan Kepegawaian
Negara Kantor Regional/perwakilan di Indonesia menggunakan CAT (Computer Assisted Test). Saya SBK di BKN
Kantor Regional 3 Bandung di Jln.Surapati No.10 Bandung. Seleksi Berbasis
Komputer ini terdiri dari 3 sesi (Tes Potensi Akademik/TPA, Soft Competency/SC, dan Essay on The Spot Writing/EOTS).
Kebijakan SBK ini merupakan kebijakan baru yang diterapkan dalam seleksi LPDP.
Kalo tahun lalu, seleksi LPDP tahap 2 ini namanya assesment online. Beda nya tahap seleksi SKB 2018 dan tahap seleksi
assesment online 2017 diantaranya:
1.
Kalo seleksi tahap 2 LPDP 2017 itu
namanya assesment online. Konten tes
nya itu lebih mirip kaya SC/Tes Kepribadian gitu (sumber: F.Az-Zahra, peserta
seleksi LPDP 2017)
2.
Kalo seleksi tahap 2 LPDP DN 2018 itu
nama nya SBK. Konten tes nya (a).TPA (kemampuan verbal, numerik dan penalaran.
FYI: Kalo biasanya di TPA itu ada tes kemapuan spasial nya, nah kalo di TPA
LPDP 2018 ini hanya 3 aspek itu aja ngga ada soal spasial nya), (b).soft competency (soal yang berisi
pertanyaan-pertanyaan untuk menggali kepribadian kita, mirip kaya Tes
Kepribadian/TKP kalo di CPNS dan (c).EOTS Writing.
Setiap peserta mendapatkan kartu
undangan seleksi SBK yang di kirim by email
sama panitia LPDP mulai tanggal 09 Juli 2018. Setelah itu, beberapa hari
kemudian keluar jadwal tes SBK nya per-wilayah BKN. Alhamdulillah BKN Kanreg 3
Bandung jadwal tes SBK nya tanggal 17-18 Juli 2018. Pas saya cek, saya dapat
jadwal tes SBK tanggal 17 Juli 2018 hari selasa. Beberapa hari sebelumnya saya
masih di Ciamis kemudian mendekati hari tes SBK, saya berangkat ke Bandung. Alhamdulillah
dari sejak pengumuman kelulusan, saya masih dikasih waktu yang banyak sama
Allah untuk latihan soal dan mempelajari pemecahan masalah dari setiap model
soal TPA. Alhamdulillah saya banyak terbantu informasi LPDP dari grup persiapan
tes SBK yang isinya beberapa orang perwakilan dari setiap wilayah Indonesia.
Alhamdulillah dari teman-teman di wilayah lain yang sudah tes SBK, kita saling
sharing informasi, tips dan trik, pola soal yang keluar pas tes, topik EOTS
yang muncul hingga tips kerohanian kita as moeslim untuk memohon kelapangan
lahir batin sama Allah dalam semua proses ini.
Hari itu, selasa 17 Juli 2018 saya
berangkat ke BKN Bandung jam 07.30 WIB mengenakan dresscode sesuai yang di instruksikan panitia LPDP yakni baju
kemeja putih dan bawahan hitam. Barang bawaan yang harus di bawa ke ruangan tes
SBK yaitu KTP dan kartu undangan SBK yang di download dari email yang dirkim oleh panitia LPDP. Oya saya ada
tips nih buat teman-teman yang mau tes SBK LPDP kalo konten tes nya sama kaya
tahun 2018 ini, baiknya:
1.
Dari jauh-jauh hari persiapkan dan
terus latihan semua model soal dan update
terus kosakata baru untuk mempermudah kita mengerjakan soal TPA. Yang tidak
kalah penting juga adalah menambah kosa kata untuk mengisi soal TPA bagian
sinonim dan antonim yang kata-kata nya kadang asing ditelinga kita makanya
sering-sering aja baca dan ngisi buku TPA yang sinonim antonim nya beda-beda
dan kalo memungkinkan hafalkan definisinya.
2.
Persiapkan barang bawaan yang di
instruksikan panitia, misalnya KTP dan kartu undangan SBK. Make sure semua yang di instruksikan harus ada di tas di malam
sebelum tes ya. Cek lagi.
3.
Sebaiknya sarapan dulu, dan kalo dapat
jadwal tes SBK nya siang misal jam 10.00 atau 13.00 sebaiknya bawa bekel (makanan
berat, makanan ringan, air minum) sebelum ke lokasi buat jaga-jaga kalo
dilokasi kita jauh ke tempat makan. Oya FYI, based on my experience, saya dapat jadwal tes SBK jam 13.30 dan satu
jam sebelumnya harus sudah ada di lokasi. Tapi karena jarak dari tempat ku ke
lokasi cukup jauh belum lagi kalo macet takut telat. So, saya berangkat jam
07.30 ke lokasi dan diperjalanan memakan waktu sekitar 3 jam. Saya tiba di
lokasi sekitar jam 10.30-an. Saat itu, teman-teman yang seleksi SBK di jam
kedua, lagi pada nunggu di tenda untuk menuju ruangan tes SBK.
4.
Jangan telat, lebih baik datang ke
lokasi kepagian dari pada telat, karena kalo telat gaboleh masuk ke ruang tes
SBK.
Saya sampai di lokasi SBK jam 10.30, well karena saya datang kepagian saya
nunggu di mushalla BKN untuk memanjatkan do’a sama Allah. Beberapa saat
kemudian, saya ketemu sama teman-teman baru yang ada di grup persiapan LPDP. Diantaranya
ada Lora dari Palembang dan Mba Aza sama Siska dari Cirebon, kami kenalan dan senang
nya ada teman ngobrol hehe. Lalu kami sholat dzuhur berjama’ah dan makan siang
di taman depan BKN sambil menunggu sesi 3 SBK di buka jam 13.30.
Jam 13.30 kami yang menunggu di tenda peserta
SBK, mengantri untuk verifikasi identitas. Agak mirip dengan prosesi Tes
Kompetensi Dasar CPNS Kemenkumham tahun 2017 lalu. Setelah kartu undangan dan
KTP terverifikasi, kartu undangan dan tangan kanan di kasih cap sama panitia.
Kemudian saya menuju petugas berikutnya, saya dikasih PIN untuk log in komputer di ruangan tes. Setelah
itu saya di persilakan masuk ke ruangan loker untuk menyimpan barang bawaan
lalu masuk ke ruangan simulasi SBK hanya membawa kartu undangan SBK dan KTP. Jangan
lupa kunci loker dibawa aja ke ruangan SBK biar aman. Di izinkan ko sama panitianya
untuk bawa kunci loker ke ruangan SBK hehe.
Sebelum kami dibolehkan masuk ruangan
SBK, kami menyimak simulasi SBK mulai dari cara menggunakan CAT, log in, cara mengisi indentitas dan
soal. Setelah hampir 30 menit menunggu, kami diperbolehkan masuk ruangan tes
dan menempati kursi. Saya ambil posisi duduk di meja pertama baris paling depan
pojok paling kanan dari depan. Setelahnya, kami di berikan pengarahan di
ruangan tes. Soal TPA nya sebanyak 60 butir terdiri dari soal kemampuan verbal,
numerik dan penalaran dengan durasi waktu 90 menit. Kemudian dilanjut soal soft competency 60 soal dengan durasi
waktu 30 menit. Nah lanjut lagi nulis EOTS menanggapi topik yang lagi hangat
sesuai topik yang di berikan di soal dengan waktu 30 menit. Nah FYI: Waktu
pengerjaan kita terpampang jelas di layar komputer kita masing-masing, waktu
otomatis berjalan mundur setelah kita log
in komputer dan log in ke soal
TPA setelah menekan tombol mulai ujian, so fokus aja ke layar kita
masing-masing jangan nengok kiri kanan. Dan juga, sebelum kita masuk ruangan
tes, kita baris dulu per-gender untuk
diperiksa manual sama petugas (re: diraba dari kepala sampai kaki) untuk
memastikan tidak ada kecurangan peserta yang bawa jam tangan, hp, calculator
dan alat bantu lain nya. Tapi kalem aja, diraba bukan dalam arti negatif ya,
peserta perempuan diperiksa sama petugas yang perempuan, dan yang laki-laki diperiksa
sama petugas laki-laki. Barang yang dibawa ke ruangan tes hanya kartu undangan
SBK dan KTP, jam tangan, sabuk dan lain lain ditinggalakn di loker. Nah juga
jangan khawatir gabisa corat-coret buat ngitung, kita ga usah bawa kertas dan pensil
untuk corat-coret karena kertas buram dan pensil untuk corat-coret ngitung udah
disediakan di dalam ruangan tes sama panitia di meja masing-masing.
Nah kalo udah siap dan neken tombol
mulai ujian ya brati waktu ujian udah berjalan mundur. Bismillah, ujian
dimulai. Saya langsung fokus ke soal TPA, alhamdulillah saya coba jawab sebisa
mungkin. Kemudian setelah selesai diihsi semua, saya lihat waktu TPA masih ada
beberapa menit, saya gunakan untuk mengecek soal takut ada yang tertinggal. Tips
untuk sesi TPA ini, sebelum hari H tes baiknya di update terus kosakata dan istilah-istilah baru sama definisinya,
banyakin latihan ngisi soal TPA dari berbagai referensi pokok nya, entah dari print book atau dari e-file banyak ko yang gratis download aja di internet, ohiya sama
latihan soal juga yang TPA Oto Bappenas. Tips itu sangat ngebantu banget,
apalagi soal kosa kata dan istilah di bagian soal sinonim dan antonim ini kan
dinamis banget sering banget ada kosa kata baru dan jangan sampai kita merasa
asing banget dengan istilah tersebut, ya minimal kita kenal dan tahu banyak
sama kosa kata dan istilah.
Setelah di pastikan semua soal TPA
sudah dijawab, saya lanjut log in ke
soal soft competency (SC) 60 soal
dalam waktu 30 menit. Pin untuk log in soal SC ada ko disediakan di
layar depan. Alhamdulillah, saya coba efektifkan usaha dan efisienkan waktu
untuk jawab semua soal SC. Nah isi soal nya lebih kepada pertanyaan untuk
menggali bagaimana karakter dan diri kita dalam menghadapi krisis, stress, tekanan,
semangat nasionalisme, kejujuran dan integritas. So, tips dari saya adalah,
jawab ada dengan jawaban yang sesuai kondisi dirimu, jujur aja sama diri
sendiri. Tenang aja, ngga ada jawaban yang salah ko dalam sesi ini, hanya saja
setiap jawaban punya bobot poin yang berbeda dari range 1-5, jawaban yang paling
mendekati jawaban ideal dikasih poin 5, dan yang paling jauh dari jawaban ideal
dikasih poin 1.
Setelah SC selesai, saya lanjut ke EOTS, pas
saya baca ternyata saya dapat topik essay
tentang PPDB dengan soal “apakah anda setuju dengan kebijakan PPBD? Berikan
alasan dan solusi nya!”. Kemudian saya baca dulu narasi nya, tapi karena waktu
serasa mengejar denyut nadi, rasanya saya ngga sempet baca detail banget. So,
saya langsung ngetik essay nya, sekitar
4-5 paragraf pendek saya ketik. Waktu 30 menit rasanya bak pedang yang sewaktu-waktu
bisa menebas, lebay ya hehehehehe. At
least, jangan sia-sia ka waktu, kalo udah nangkep pertanyaan dan narasi
inti nya langsung aja ngetik karena 30 menit itu sebentar banget. Alhamdulillah
sebelum tes SBK, saya udah pernah mikir beberpa alternatif solusi untuk topik
PPDB, Student Loan, Defisit BPJS,
dll. Nah alhamdulillah dapatnya topik PPDB, jadi alhamdulillah untuk solusi
saya masih inget remeng-remeng dan setidaknya ngga usah nambah lama mikirin
solusi sewaktu ngerjain EOTS di hari H hehe, jadi kita bisa fokus ke
sistematika dan diksi untuk penulisan essay
nya.
Dear all readers my blog, yang mau tes
SBK LDPP untuk menghadapi EOTS Writing, saya punya tips nih, ini beneran
penting banget. Jadi, sangat dianjurkan sekali sebelum EOTS ini kita sebaiknya
mengumpulkan berbagai topik yang lagi hangat, lalu buat solusi atau alternatif
solusi dari setiap topik yang lagi hangat. Ini ngebantu banget kita untuk
setidaknya ngga usah mikir lama di hari H karena seengganya kita masih inget
solusi yang pernah kita buat di notes sebelum hari H EOTS. Dan lagi untuk
ngetik essay 30 menit bagi saya yang
belum terampil tangan nya dalam membuat essay,
ini waktu sempit banget, entah sempat atau engga saya bikin full essay kalo sebelumnya saya ngga buat
dulu solusi sebelum hari H. Rasanya mikirin sistematika penulisan essay dan pemilihan diksi aja tuh saya
perlu waktu lama belum lagi kalo harus mikirin solusi nya. Manajemen waktu sangat
penting dalam semua sesi, pergunakan waktu seefisien dan seefektif mungkin.
Baca cepat tapi hati-hati dan teliti. So, silakan dicoba ya tips nya, semoga
bermanfaat.
Setelah waktu EOTS inggal 2 menit
kurang dan essay masih harus di review lagi, ini tangan makin gemetar,
jantung makin heboh dag dig dug lebih-lebih dari pada deg-deg an sewaktu Seminar
Usulan Penelitian S1 dulu, ups hehehehe.
Setelah 1 menit terakhir, beberapa
detik sebelumnya saya tekan tombol selesai ujian dan layar kembali ke laman
awal. Setelahnya saya acungkan tangan kanan tanpa suara dan panitia
menghampiri, saya bilang ke panitia bahwa saya sudah menyelesaikan semua sesi
dan dipersilakan keluar dari ruangan tes. Oya jangan lupa, pensil yang
disediakan panitia disimpen di meja jangan dibawa pulang, kertas buram yang
dipake corat-coret disimpen di kotak yang disediakan panitia. Nah KTP dan kartu
undangan SBK nya jangan lupa dibawa pulang. Saya bergegas ngambil barang di
loker dan turun tangga kebawah dari lantai 3. Rasaya lelah pisan, rada pusing
dan lemes makanya turun tangga pelan-pelan banget, bahkan pas nyampe tangga
lantai 2 ada 2 orang laki-laki pake baju batik mau turun ke bawah juga (hmm i think itu panitia mungkin yang
kebetulan turun kebawah juga). Dua Bapak itu dengan ekspresi khawatir lalu
tanya “sudah selesai Mbak tes nya? Mbak kenapa sakit kah?”. Mungkin karena saya
jalan nya pelan dan rundag-randeg (jalan pelan sesekali diam) mungkin mereka
takut saya pingsan di tangga. Saya sedikit shock mengingat score TPA yang tadi langsung muncul score nya setelah menekan tombol selesai TPA.
Setelah itu saya berusaha buru-buru langsung
ke mushalla untuk menunaikan shalat ashar karena waktu udah menunjukkan jam 16.
40. Mushalla sepi banget dan rasanya nikmat banget karena saya bisa
menengadahkan tangan serta sujud lama sambil menangis mengungkapkan perasaan
saya yang campur aduk sama Allah. Hati saya ngga tenang banget, campur aduk,
saya coba tenangkan setelah shalat saya baca surah Yassin dan dzikir.
Alhamdulillah,saya kembali tenang dan saya pasrahkan semuanya sama Allah, saya
yakin Allah sudah menyiapkan semua rencana yang indah untuk hidup dan mati
saya, Allah yang menjamin memelihara hidup dan mati saya, Allah tempat saya
bergantung, jadi kenapa saya harus galau, Allah udah siapkan masa depan yang
terbaik buat saya. Apa yang saya lakukan sekarang adalah ikhtiar untuk
mewujudkan apa yang menjadi cita-cita saya yang semata untuk Allah, mengenai
apapun hasilnya, itu mutlak hak Allah yang menentukan karena Allah sudah
mengatur nya. Saya memohon sama Allah untuk diberikan kelapangan lahir dan
batin dalam menjalani semua qada dan qadar yang pasti baik buat saya. Anything what i had done, just let the best
result to Allah. Anything the result, that’s Allah’s best for me. * Maaf
bahasa inggris nya masih low level, masih belajar J.
Setelah shalat, saya ke meja panitia
untuk mengisi kuesioner survei kepuasan masyarakat atas layanan LPDP. Setelah itu saya penasaran pengen liat nilai
TPA saya di layar BKN yang di pampang di depan tenda peserta SBK. Ternyata
benar mata saya tidak salah score
saya sekian seperti yang tadi saya lihat di layar setelah menekan tombol
selesai TPA. Perasaan ngga tenang kembali menghampiri sesaat, tetapi saya coba
tegarkan dengan dzikir dan meronta dengan do’a kepada Allah sambil berjalan ke
depan gerbang BKN. Sewaktu berjalan dari tenda tunggu peserta SBK menuju
gerbang BKN, saya merasa langkah ini begitu lemah. Tapi sekali lagi, saya yakin
sama kuasanya Allah, Allah sudah siapkan rencana masa depan yang indah untuk
saya, jadi kenapa saya harus meragukan rahmat Allah? Kemudian saya bergegas
pulang menuju Jatinangor.
Sekian, cerita pengalaman saya di
seleksi SBK (Seleksi tahap 2 LPDP DN 2018). Pengumuman hasil seleksi nya
tanggal 31 Juli 2018. Mohon do’a nya semoga Allah berikan saya beasiswa LPDP
Afirmasi Alumni Bidikmisi 2018, mudahkan saya untuk lulus seluruh tahapan
seleksi beasiswa LPDP DN 2018 di tetapkan dengan SK sebagai penerima beasiswa
LPDP Afirmasi Alumni Bidikmisi 2018, aamiin yaa Allah.
Nina Marlina, S.A.P
Bandung, 20 Juli 2018.
Komentar
Posting Komentar